Sejarah Desa

A. SEJARAH DESA

Desa Sirombu adalah nama suatu wilayah di kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat alkisah…………..
Konon Desa Sirombu sebelum perintah Kepala Negeri yang berdomisi di kepulauan Hinako dan di pimpin oleh Kepala-Kepala Kampung, namun cerita itu tinggal cerita yang telah lapuk dimakam Usia, sehingga menceritakan untuk faktanya, keturunan dan generasi sekarang tak dapat dengan jelas untuk meriwayatkannya, sehingga penulis dalam sejarah ini hanya bernama MUHAMMAD DENAR MARUNDURI dengan delar SULTAN BANGSAWAN pada Tahun 1946.-

Desa Sirombu pada Tahun tersebut dipimpin Oleh Kepala Kampung yang bernama NURSALIM LASE sampai pada Tahun 1956 dan diganti kepemimpinannya oleh putranya yang bernama SIHANUDIN LASE pada pada Tahun 1965, pada tahun tersebut meletuslah G30 S/PKI yang juga membawa dampak negative di kampong Sirombu, sehingga pucuk kepemimpinan di alihkan melalui pencalonan Kepala Kampung dengan 2 (dua) orang caalon yang bernama ABDUL AZIS LASE dengan AMIR HASAN MARUNDURI hanya waktu itu sejarah mengungkapkan keterlibatan dalam G30 S/PKI bahwa setia masuk dalaam buruh pekerja laut dinyatakan terlibat dalam organisasi PKI, Ironis memang……….! Padahal mereka tidak tau menahu tentang itu, namun faktanya seperti itu sehingga Calon yang satu terpaksa mengundur diri maka calon tunggal yang bernama AMIR HASAN MARUNDURI yang telah terpilih dan memimpin sampai pada 31 Juli 2011 Beliau meninggal dunia dan diganti oleh pelaksana harian Kepala Desa yang bernama SAMSIRIJAL HAREFA yang diangkat dari Sekretaris Desa dan selanjutnya pada tanggal 27 Mei 2016 Pj. Kepala Desa Sirombu yang Bernama UMMI SALMA ZEBUA, S.HI sampai sekarang,-

Desa Sirombu pada Tahun 1966-1988, adalah merupakan pusat perbejalaan dari 8 (delapan) Pulau yang dinamakan Pulau Hinako, Kecamatan Lolowau sekitarnya, Kecamatan Mandrehe dan sekitarnya juga Kecamatan Alasa, meningkat Transportasi ke Gunungsitoli hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki, sementara Desa Sirombu mengandalkan Transportasi laut yang mendatangkan kebutuhan dari Sibolga dan Padang dan juga melansir hasil Bumi, pada dulunya Desa Sirombu berada di Pelabuhan Labuhan Angin, hanya dikhawatirkan oleh masyarakat pelabuhan itu akan dipisahkan oleh Laut karena Sungai Guu yang tembus dengan Laut, akhirnya masyarakat sekarang pindah di Kampung China yang dikatakan Pasar Sirombu sampai sekarang.-

Namun kejayaan itu tidaklah berlangsung lama karena pada tahun 1988 tepatnya Bulan Mei terjadilah kebakaran semua perumahan, material dan mesnalah kejayaan menjadi malapetaka yang menggores, kejayaan tinggalah kenangan karena pada Tahun itu juga mulai bermunculan pekan-pekan dan mulai pasar Sirombu dilupakan yang hanya bisa mengais-ngais mengejar kembali Kejayaannya, walau pun bukan sejaya sebelum kebakaran tapi Pasar Sirombu lambat laun bangkit secara perlahan, itulah mimpi dari semua warga maupun yang berdomisili, tapi saying ……….. itu juga hanya tinggal mimpi karena pada akhir Tahun 2004 tepatnya Tanggal 26 Desember Gelombang Tsunami menyapu bersih, Harta Benda, Ternak malah Nayawa, jadilah “Sirombu bersama tangisan Acah pada Tahun itu”,-
Diantara isakan yang berderai, masyarakat tak berputus asa dalam membangun Desanya dengan berbagai Usaha, meminta bantu dari berbagai penjuru sehingga Presiden Republik Indonesia SUSILO BAMBANG YUDOYONO ikut juga tertarik turut menyaksikan secara langsung, tapi bukan hanyalah sampai disitu bencana dan cobaan serta tantangan pada bulan Mei 2005 Gempa dengan kekuatan 9,8 SR menguncang dan meluluh letakkan, Sirombu ratalah dengan tanah, penulis cerita ini tak dapat mengurai bagaimana lah nasib dari kejadian –kajadian yang menimpa.,-
Pada tahun 2001-2007 dipilih Kepala Dusun dan Dusun Sirombu terbagi 3(tiga) wilayah Dusun, antara lain : Dusun I bernama DUSUN MAWAR, Dusun II bernama DUSUN MELATI, dan Dusun III bernama DUSUN CEMPAKA.

Demikian Sejarah dari Nama dan kepemimpinan Aparatur Desa Sirombu,keberadaan Sirombu pertama kalinya, dan Desa Sirombu juga tidak lepas dari sejarah kaspasitas penduduk yang terus berkembang hingga saat ini.

Sejarah Desa ini penulis mengucapkan banyak mohon maaf yang sebesar besarnya, karena tidak terurai/terperinci seperti kehendak pembaca, sekali lagi mohon maaf apabila pada cerita Sejarah Desa tersebut bila terdapat kata yang kurang berkenan dilihat para pembaca yang budiman.